Tulungagung, 13 April 2026 – Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan yang selaras dengan kearifan lokal, Penyuluh Agama Islam KUA Tulungagung, Tri Prasetiyo Utomo, melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terkait tradisi selamatan dalam mendirikan rumah, yang merupakan bagian dari budaya Jawa yang masih lestari hingga saat ini.


Kegiatan penyuluhan ini berlangsung di tengah masyarakat dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Dalam penyampaiannya, Tri Prasetiyo Utomo menjelaskan bahwa tradisi selamatan merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas dimulainya pembangunan rumah, sekaligus doa agar proses pembangunan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi penghuni.
Ia menekankan bahwa tradisi selamatan dalam budaya Jawa tidak perlu dipertentangkan dengan ajaran agama, melainkan dapat dimaknai sebagai bentuk akulturasi antara nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. “Selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam, tradisi ini dapat dilestarikan sebagai sarana mempererat silaturahim dan meningkatkan spiritualitas masyarakat,” ujarnya.
Dalam penyuluhan tersebut, juga dijelaskan pentingnya meluruskan niat dalam pelaksanaan selamatan, yakni semata-mata untuk berdoa kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Selain itu, masyarakat diimbau untuk harmoni kerukunan melalui tradisi kearifan lolal atau budaya. Kearifan lokal menjadi media dalam membangun keselarasan hidup yang multicultural di masyarakat majemuk.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif penyuluh agama dalam membimbing masyarakat agar tetap menjaga tradisi, tetapi tetap berada dalam koridor nilai-nilai keislaman. Dengan pendekatan yang bijak dan komunikatif, diharapkan masyarakat mampu memahami bahwa budaya dan agama dapat berjalan beriringan secara harmonis.
Melalui penyuluhan ini, Tri Prasetiyo Utomo berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi tradisi turun-temurun, serta mampu mengambil nilai-nilai positif yang sejalan dengan ajaran agama, sehingga tercipta kehidupan sosial yang rukun, religius, dan berbudaya.
%20(2).png)











