Rejotangan – Jum’at, 10 April 2026 Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan kembali hadir di Ma’had Ulil Albab MTsN 3 Tulungagung. Asrama terdiri dari 2 lantai itu dilengkapi dengan berbagai pelengkapan yang baik termasuk diantaranya adalah adanya Aula yang ber AC.


Kegiatan di Aula tersebut adalah program mondok untuk seluruh siswa dimana semua siswa di madrasah itu dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok berisi 30 sampai 40 siswa dan mereka harus tinggal di asrama selama satu minggu.
Menurut beberapa siswa, belajar mondok di asrama Ulil Albab ini sangat menyenangkan sayangnya tidak boleh membawah handphone. “Sebenarnya suka, tapi ndak boleh bawa HP-kok, jadi kita ya kangen sama HP-nya,” tutur Zahra salah seorang peserta sambil tersenyum.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan sendiri mendapatkan tugas untuk mengisi materi penguatan akidah pada setiap hari Jum’at, yaitu mulai jam 13.30 sampai 15.30. Setelah sempat berhenti selama Ramadhan dan Idul Fitri, kegiatan penyuluhan di Ma’had ini dimulai untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di hari-hari mendatang.
Pada hari ini, 2 orang penyuluh Agama Islam yaitu Mohamad Ansori dan Zaenal Fanani datang ke Ma’had Ulil Albab untuk menyampaikan materi. Kegiatan dilakukan secara interaktif dengan menyertakan ice breaking dan kuiz agar kelas lebih interaktif.
Dalam kesempatan ini, Mohamad Ansori menjelaskan pentingnya manusia mengetahui dirinya sebagai makhluk. “Allah adalah kholiq, dan selain Allah adalah makhluk. Dengan demikian, manusia adalah bagian dari makhluk nya Allah yang mempunyai tugas utama untuk beribadah dan menyembah Allah Swt,” jelasnya.
Sementara itu, Zaenal Fanani menjelaskan penting niat yang baik dan motivasi yang kuat dalam mengikuti kegiatan ma’had ini. “Kegiatan di ma’had ini adalah kepentingan kalian, nanti ketika dewasa, kalian akan menyadari betapa pentingnya belajar, mengajri, belajar hidup mandiri, dan sebagainya, yang kalian dapatnya selama seminggu berada di ma’had ini,” tegasnya. (ans)
%20(2).png)











