Besuki, 8 Agustus 2025 — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama kecamatan Besuki melakukan Silahturahmi ke salah satu Pengurus Ranting Lembaga Amil Zakat (LAZ) ,dimana yang telah rutin mengelola zakat pertanian dalam bentuk gabah dari para petani. Silahturahmi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi, mengali informasi , sekaligus untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait pentingnya zakat pertanian sebagai salah satu instrumen untuk kemakmuran masyarakat dalam islam.
Berlokasi di dusun Kundung, desa Tanggul Kundung kecamatan Besuki sebuah kecamatan yg berada di sebelah selatan Tulungagung , Pengurus Ranting LAZ NU dusun Kundung sejak 17 tahun terakhir atau tahun 2007 telah menerima zakat gabah dari para petani setelah Panen. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Penyuluh agama islam bidang Zakat, Ropik, memberikan apresiasi atas komitmen dan didikasinya para Amil zakat tersebut dalam mengelola zakat pertanian secara amanah dan transparan .

“Zakat pertanian salah satunya berupa bayar zakat pakai gabah dari petani ini memiliki potensi yang besar, namun belum semua petani paham kapan dan bagaimana mengeluarkannya. Kehadiran LAZ seperti ini sangat membantu masyarakat, dan peran penyuluh adalah memastikan zakat dikelola dengan baik sesuai aturan syariah,” ujar Ust. Rofik
Bincang-bincang Bersama Ketua Pengurus Ranting LAZ NU Dusun Kundung,desa tanggul kundung
Dalam kesempatan itu, dengan Ketuanya Bapak Kyai Makrus , yang menceritakan awal lembaganya mengelola zakat pertanian yang bayar zakat berupa gabah.
“Awalnya di mulai dari tokoh agamanya yaitu bapak kyai makrus sendiri yg mulai, dan di umumkan di waktu sebelum sholat jumat di laksanakan setelah para petani panen , dulu hanya dua – empat petani saja yang berzakat berula gabah. Sekarang Alhamdulilah Ada peningkatan . Kami terus memberikan edukasi bahwa zakat itu bukan hanya uang. Padi dan gabah juga ada kewajiban zakatnya bila sudah nishab, walaupun banyak rintangan dan hambatan akan terus kami edukasi semoga bisa merambah ke pertanian yg lain yaitu Jagung” kata kyai Maskur.
Menurut kyai Makrus , gabah yang diterima akan digiling menjadi beras, lalu disalurkan kepada mustahik seperti fakir, miskin, janda tua, dan di sekitar desa.
Bapak Nanang Fathoni selaku Kepala Kua Besuki , mengapresiasi atas kunjungan penyuluh ke tempat tersebut dan menyampaikan pentingnya peningkatan pemahaman petani melalui pendekatan langsung seperti penyuluhan di masjid, kelompok tani, atau forum warga.
“Ke depan, KUA bisa bersinergi mengadakan penyuluhan massal di desa-desa yang menjadi sentra pertanian. Jangan sampai zakat pertanian ini terabaikan karena ketidaktahuan,” dan peran penyuluh agama islam di kecamatan besuki sangat di butuhkan dalam hal tersebut.

Apa yang di lakukan oleh PR LAZ NU ini,mungkin masih jarang di temukan Di kabupaten tulungagung, dan ini perlu di suport agar nanti banyak lembaga2 amil zakat terus bergerak dalam menyadarkan untuk berzakat , karena potensi zakat khususnya di Kabupaten tulungagung kalau di kelola dengan baik akan Meningkatkan manfaat zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
%20(2).png)











