Example 728x250
WARTA

RAKER IPARI DAN PEMBINAAN PENYULUH AGAMA KEMENAG TULUNGAGUNG

255
×

RAKER IPARI DAN PEMBINAAN PENYULUH AGAMA KEMENAG TULUNGAGUNG

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, Senin 19 Januari 2026 bertempat di Rumah Makan Joglo Tandhingan Tanjungsari Boyolangu dilaksanakan Rapat Kerja Ikatan Penyuluh Agama RI dan Pembinaan Penyuluh Agama di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung . Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung H. Moh. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I, Plt. Kasi Bimais Kemenag Tulungagung H. Supriono, S.Sos., Ketua IPARI Kabupaten Tulungagung Suyitno, M.A, dan seluruh Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Katolik di Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 103 orang.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diteruskan dengan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an lalu doa. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari kasih Bimais Kabupaten Tulungagung H. Supriyono, S.SOS. Dalam sambutannya beliau mengatakan pentingnya memanfaatkan momentum rapat kerja ini untuk menyusun program kerja di masa depan sekaligus menyampaikan rekomendasi untuk pihak pihak yang terkait.

Pria asal Sumbergempol tersebut juga menjelaskan pentingnya momen hari ini untuk memperingati Isra dan Mi’raj nabi Muhammad SAW. Di mana menurutnya ada tiga hal utama yang dibawa oleh nabi Muhammad sebagai oleh oleh dari peristiwa Isra Mi’raj yaitu perintah sholat, turunnya ayat terakhir dari surah al-Baqarah, dan jaminan masuk surga bagi setiap orang yang beriman.

Acara dilanjutkan dengan pembinaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Moh. Afif Fauzi, M.Pd.I. Dalam uraiannya beliau menyampaikan pentingnya meletakkan dasar keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama. Karena penyuluh agama itu adalah orang-orang pilihan yang bertugas menyampaikan perintah agama dan membimbing masyarakat secara berkelanjutan.

”Penyuluh Agama itu bukan hanya mubaligh, tetapi pembimbing umat. Sehingga materi yang disampaikan harus berkesinambungan dan berkelanjutan. Ia juga harus berada dan bersama masyarakat di setiap saat. Sehingga dapat membantu masyarakat menyelesaikan masalah keagamaan dan sosial yang dihadapinya,” tegasnya.

Setelah pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dimana semua seksi bidang menyiapkan dan mempresentasikan rencana kegiatannya di tahun 2026. (Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!