Example 728x250
SAKINAH

Deal, Bimbingan Rohani Islam untuk Pekerja Migran menjadi Agenda Rutin

253
×

Deal, Bimbingan Rohani Islam untuk Pekerja Migran menjadi Agenda Rutin

Sebarkan artikel ini

Rejotangan, Rabu 3 Desember 2025 bertempat Tim Penyuluh KUA Rejotangan yang didampingi langsung oleh Ketua IPARI Kabupaten Tulungagung Dr. Suyitno, M.A., mengunjungi PT Mutiara Bahari Alamria, Blimbing Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagng. Rombongan disambut langsung oleh Owner PT Mutiara Bahari Alamaria, Ibu Munawaroh.

Rombongan diterima di kantor perusahaan yang memiliki bidang usaha pengerahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri itu, dan melakukan diskusi tentang kemungkinan diadakannya Bimbingan Rohani Islam (BRIS) untuk para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang menuntut ilmu di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.

“Mbak-mbak calon PMI ini belajar di sini, tinggal disini untuk menunggu pemberangkatan, dan nanti akan kami antarkan ke tempat tujuan bekerja, sampai di bandara. Sementara itu, nanti ditempat tujuan, juga sudah dinanti oleh agency kami, yang berada di negara tujuan. Bahkan, untuk uang tinggalan keluarga pun juga kami pinjami, dan nantinya mereka akan membayar secara ngangsur, yakni dengan potong gaji,” jelas Bu Munawaroh, owner PT MBA.

Setelah cukup berdiskusi dan menyepakati beberapa hal, yaitu adanya program Bimbingan Rohani Islam (BRIS) yang dilaksanakan tiap bulan sekali, tim diberikan kesempatan untuk bertemu para calon Pekerja Migran Indonesia.

Kesempatan pertama, digunakan oleh KH Abdullah Irfan salah seorang Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan. Beliau mengajak para calon PMI bersholawat dan berdoa, serta memesankan pentingnya untuk senantiasa berdoa kepada Allah Swt dimana saja mereka berada.

“Bumi ini milik Allah, bahkan semuanya adalah kepunyaan Allah, jadi jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah dimanapun kalian berada,” jelasnya.

Sementara itu, pada kesempatan kedua, Ketua IPARI Kabupaten Tulungagung Dr. Suyitno, M.A. menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

“Usaha yang kalian lakukan untuk bekerja di luar negeri ini tentu sangat berharga bagi anda dan keluarga. Harapannya, semua mendapatkan rezeki yang banyak dan barokah. Selain itu, keluarga juga harus tetap sakinah. Nah, caranya bagaimana? Ya tetap bekerja secara profesional, tidak lupa shalat dan berdo’a, dan yang tentu saja tetap menjalin komunikasi dengan keluarga”, jelas Ketua IPARI Tulungagung itu.

Kesempatan ketiga diberikan kepada Penyuluh Agama Islam Rejotangan Mohamad Ansori, yang membuka presentasi dengan salam “Ni hao ma?” Dan dijawab dengan serentak oleh peserta dengan kata, “wo hen hao”. Kalimat itu merupakan sapaan berbahasa Mandirin yang artinya “apa kabar”? Dan dijawab dengan “baik, kamu bagaimana?”

Pemateri sengaja menggunakan kalimat ini karena para calon PMI kebanyakakan akan pergi ke Hongkong dan Taiwan, dimana mereka saat ini sedang belajar bahasa Mandarin.

Dalam kesempatan ini, Mohamad Ansori menjelaskan pentingnya tetap berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan sholat ketika berada. Sholat tidak saja ibadah yang utama dalam Islam tetapi juga sarana untuk mengadu, bermunajat, berdo’a, dan bercengkerama dengan Allah Swt. Dengan shalat permasalahan-permasalahan yang dihadapi para calon PMI akan menemukan penyelesaiannya, dengan petunjuk serta hidayah dari Allah Swt.

Menutup acara Ustadz Zainal Fanani, Lc. mengakhiri dengan pesan-pesan singkat dan do’a agar seluruh calon PMI diberikan kemudahan dalam menjalankan pekerjaannya dan senantiasa diberikan keselamatan oleh Allah Swt. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!