Tulungagung – Peran penyuluh agama Islam kembali mendapatkan sorotan dalam kegiatan pendampingan Program Kampung Zakat yang digelar di KUA Kecamatan Besuki pada Selasa, 23 September 2025. Melalui pendampingan dan edukasi, para penyuluh hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan program kampung zakat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kemenag Tulungagung, Bapak Eko Ashari, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, serta Kepala KUA Kecamatan Besuki, Nanang Fathoni. Ketiganya sepakat bahwa penyuluh agama Islam memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi program zakat di lapangan. Turut hadir juga dalam acara tersebut adalah penyuluh bidang zakat,pengurs UPZ Desa besole kecamatan Besuki.



Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, menyampaikan, “Kami berharap penyuluh agama dapat menjadi motor penggerak yang menghubungkan BAZNAS dengan masyarakat. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan program kampung zakat s .”
Senada dengan itu, Kasi Zawa Kemenag Tulungagung, Eko Ashari, menegaskan, “Kementerian Agama melalui para penyuluh siap mendampingi masyarakat agar pengelolaan zakat berjalan transparan, profesional, dan memberi manfaat besar.”
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Besuki, Nanang Fathoni, menambahkan, “Kami akan terus mendorong penyuluh agama agar berperan aktif dalam setiap tahap program,Agar suoaya kampung zakat menjadi lebih maksimal dn baik.”
Dalam kesempatan tersebut, Ketua UPZ Desa Besole juga memaparkan program yang telah dilaksanakan, sembari memohon dukungan dari penyuluh agama islam dan BAZNAS agar Kampung Zakat Besole semakin berkembang.
Melalui sinergi KUA, BAZNAS, dan khususnya peran penyuluh agama Islam, Kampung Zakat di desa Besole Kecamatan Besuki diharapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat sekaligus model pengelolaan zakat berbasis masyarakat yang berhasil.
%20(2).png)











