Tulungagung – Jum’at, 1 Agustus 2025 bertempat di Aula PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dilaksanakan pembinaan Penyuluh Agama. Pembinaan diikuti oleh 104 Penyuluh Agama, baik dari Penyuluh Agama Islam maupun Penyuluh Agama Katholik.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu Doa. Selanjutnya dilakukan laporan panitia yang disampaikan oleh Dr. Suyitno, M.A selaku Ketua IPARI Kabupaten Tulungagung.

Dalam laporannya Dr. Suyitno, M.A menyampaikan gambaran umum kegiatan penyuluhan, inovasi kegiatan Musyawarah Penyuluh Rumpun (MPR), dan berbagai masalah fenomenal yang terjadi di luar daerah yang diharapkan tidak terjadi di Tulungagung.
Selanjutnya kegiatan dibuka dan diisi dengan materi pembinaan oleh Kepala Kantor Kemenag Tulungagung, Bapak H. Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I.

Mengawali pengarahannya, Kepala Kemenag Tulungagung menjelaskan pentingnya mendasari pekerjaan penyuluh dengan rasa syukur dan ikhlas. “Gunakan hati untuk menyentuh hati, karena hanya hati yang dapat menggerakkan hati,” paparnya. Penyuluh Agama adalah da’i, yang secara bahasa berarti mengajak, bukan hanya mubaligh yang berfungsi menyampaikan.
Mengakhiri pembicaraannya, Kakankemenag menjelaskan pentingnya bekerja secara kolaboratif. Tidak ada yang bisa mengerjakan sendiri semua hal, sehingga masing-masing harus bekerja pada spesialisasinya kemudian dikolaborasikan.
%20(2).png)











