Example 728x250
WARTA

Supervisi Bimais; Lakukan Tugas dengan Ikhlas dan Profesional

260
×

Supervisi Bimais; Lakukan Tugas dengan Ikhlas dan Profesional

Sebarkan artikel ini

Rejotangan – Jum’at, 25 Juli 2025. Kasi Bimais Kementerian Agama Tulungagung, KH. Ahmad Balya, M.Ag. beserta rombongan hadir di KUA Rejotangan untuk melakukan supervisi. Kehadiran rombongan dari Kemenag Tulungagung itu telah ditunggu oleh Kepala KUA Kecamatan Rejotangan, H. Komari, S.Ag., M.Pd.I beserta para staf administrasi dan Penyuluh Agama Islam.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melakukan supervisi kegiatan administratif dan kegiatan lainnya di KUA Rejotangan. Supervisi rutin dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan administrasi dan pelayanan di KUA dipastikan berjalan dengan baik dan profesional.

Selanjutnya Kasi Bimais KH Ahmad Balya M.Ag, melakukan diskusi dengan kepala KUA, berkaitan dengan pelayanan dan manajerial di KUA Rejotangan. Sementara staf Bimais lainnya melakukan pengecekan terhadap semua kegiatan administrasi di KUA Rejotangan mulai dari pendaftaran dan pencatatan nikah/rujuk, pembuatan akta nikah, LPJ BOP, dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan itu dibebarkan beberapa keluhan yang dialami oleh staf KUA seperti adanya kertas blanko Akta Nikah yang licin sehingga agak sulit dicetak, serta hasil cetak foto yang kurang jelas di blanko akta nikah yang tersedia. Selain itu, dari tim Bimais juga memberikan rekomendasi dan solusi dari persoalan yang ditemukan oleh tim di KUA.

Mengakhiri kegiatan supervisi ini dilakukan dialog antara Kasi Bimais Kemenag Tulungagung, Kepala KUA, para staf dan penyuluh.

Dalam pesannya, Kasi Bimais menegaskan pentingnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah Swt kepada semua komponen di KUA, khususnya para Penyuluh Agama Islam di KUA Rejotangan. Adapun bentuk rasa syukur itu adalah dengan bekerja dan berkarya dengan sebaik-baiknya, sesuai juklak dan juknis yang ada.

Dalam kesempatan itu, Kasi Bimais juga menjelaskan bahwa tugas tambahan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam dapat menjadi nilai plus yang baik bagi karir di masa depan. Kinerja yang baik dapat menjadi tolok ukur penilaian pimpinan yang nantinya juga menjadi tolok ukur keberlanjutan penugasan Penyuluh Agama Islam.

Kepada para Penyuluh Agama Islam juga ditegaskan untuk tidak terlalu risau dengan banyaknya tugas tambahan, karena itu justru akan menguatkan posisi dan daya tawar penyuluh, selama tidak mengganggu tugas-tugas utama bimbingan dan penyuluhan. (Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!