Example 728x250
SAKINAH

Penyuluh Rejotangan Sosialisasikan Program PEKA (Pencegahan Perkawinan Anak)

15
×

Penyuluh Rejotangan Sosialisasikan Program PEKA (Pencegahan Perkawinan Anak)

Sebarkan artikel ini

Rejotangan – Senin, 21 September 2026 bertempat di Masjid MAN 3 Tulungagung dilaksanakan sosialisasi program PEKA (Pencegahan Perkawinan Anak) oleh Tim Penyuluh Agama Islam KUA Rejotangan. Kegiatan diikuti oleh hampir seluruh peserta didik di MAN 3 Tulungagung, mulai dari kelas 10, 11, dan 12. Tak kurang dari 300 orang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di awal jam pembelajaran itu.

Hadir dalam kegiatan itu 3 orang Penyuluh Agama Islam KUA Rejotangan yaitu Mohamad Ansori, Rofik Bukhori, dan Zaenal Fanani. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dari peserta didik kelas 11 MAN 3 Tulungagung. Materi disampaikan oleh Mohamad Ansori, diakhir dengan penguatan oleh Rofik Bukhori, dan ditutup dengan doa oleh Zaenal Fanani.

Dalam kesempatan itu, Mohamad Ansori menyampaikan pentingnya semua peserta didik memahami bahayanya pernikahan dini baik dari sisi fisik, mental, ekonomi, dan maupun efek bagi anak hasil pernikahan dini.

“Orang tua baru yang sebenarnya belum layak menjadi orang tua, akan menemui banyak persoalan baik dari sisi kesehatan fisik, khususnya organ reproduksi, kesehatan mental, masalah ekonomi dan keuangan, dan juga berpengaruh terhadap anak hasil pernikahan dini tersebut,” jelasnya.

Sementara Rofik Bukhori juga memberikan penguatan tentang cara mencegah terjadinya pernikahan “terpaksa”, antara lain dengan adanya “self awarness”, menjaga dan memproteksi diri dari pergaulan bebas.

“Caranya mencegah terjadinya pernikahan anak, yang mungkin dapat dikategorikan dengan “pernikahan terpaksa” adalah dengan menaruh perhatian yang tinggi terhadap diri sendiri. Jangan memposisikan diri sebagai obyek yang “mudah” diajak melakukan sesuatu yang melanggar agama. Diri kalian itu adalah sesuatu yang sangat berharga, letakkan di etalase yang berkelas, jangan ditaruh ditempat terbuka apalagi tanpa bungkus yang rapi,” paparnya.

Menutup acara Zaenal Fanani menjelaskan pentingnya mengisi diri dengan sesuatu yang berharga. Karena pada hakikatnya seberapa berharganya diri kita tergantung kompetensi dan ilmu serta amal sholeh yang dimiliki. (ans)

Tinggalkan Balasan

SAKINAH

BRUS KUA Kecamatan Karangrejo di MTsN 6 Karangrejo:…

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!