Tulungagung — Upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis keagamaan terus digencarkan oleh para penyuluh agama Islam di Kabupaten Tulungagung. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sarasehan Mitra UMKM yang digelar pada Sabtu (17/5/2026) di Masjid Hasan Syuhada, Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Kegiatan ini menghadirkan Direktur BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung, Imam Suyudi, serta diikuti para pelaku UMKM dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, menyampaikan bahwa program pembiayaan yang dijalankan BMD merupakan bentuk dukungan nyata kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang secara mandiri.
“Pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga ini memang dikhususkan bagi pelaku UMKM. Harapannya, para penerima manfaat yang saat ini masih mustahiq nantinya bisa naik kelas menjadi muzakki,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD IPARI Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Dr. Suyitno, menegaskan kesiapan penyuluh agama Islam untuk turut mendampingi dan membina pelaku UMKM melalui wadah majelis taklim.
Menurutnya, majelis taklim tidak hanya menjadi sarana pengajian keagamaan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan ekonomi umat.
“Kementerian Agama melalui penyuluh agama Islam siap membentuk, membina, dan membimbing para pegiat UMKM melalui majelis taklim agar memiliki penguatan spiritual sekaligus peningkatan ekonomi,” jelasnya.

Pada sesi materi, Iqlal Alifien menyampaikan pentingnya penerapan marketing syariah dalam pengembangan usaha. Ia menekankan bahwa branding dan pemasaran produk harus meneladani sifat Nabi Muhammad SAW, yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah.
Menurutnya, kepercayaan konsumen menjadi modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

“Pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga harus membangun kepercayaan melalui kejujuran, tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan kecerdasan dalam membaca kebutuhan pasar,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi antara penyuluh agama, BAZNAS, dan pelaku UMKM dalam membangun ekonomi umat yang mandiri, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai syariah.
%20(2).png)











