Kantor wilayah Kementerian Agama provinsi Jawa Timur, bidang urusan agama Islam dan KUA se-Jawa Timur, pada bulan Ramadan ini meluncurkan Program yang berbasis digital vertikal bertajuk The Most KUA (Move On Sakinah and Maslahat).
Kantor Urusan Agama selama ini dikenal sebagai lembaga administratif belaka, hanya mengurusi administrasi perkantoran yang bersifat baku dan pragmatis.


Kantor Urusan Agama Kecamatan Ngunut menjadikan momentum bulan Ramadan ini untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menambah fungsi KUA dan lebih mendekatkan dengan masyarakat melalui pembinaan keluarga sakinah.
Menindaklanjuti program unggulan berbasis digital vertikal tersebut, pada hari Rabu tanggal 04 Maret 2026, KUA Ngunut menggelar acara bertajuk The Most KUA yang dilaksanakan di Masjid Azzaini Kaliwungu Ngunut Tulungagung.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat yang berlatar belakang pekerja pabrik. Perlu diketahui bahwa Masjid Azzaini ini merupakan masjid milik PT. Logam Asir Langgeng. Sebuah pabrik yang memproduksi engsel grendel dan alat-alat kebutuhan rumahtangga.
Pada kesempatan ini, jamaah yang hadir kurang lebih 100 orang yang kesemuanya karyawan pabrik alat rumahtangga.
Agenda ini bertujuan utama pada pembinaan perkawinan dan keluarga yang merupakan bagian pelayanan pemerintah dalam hal ini KUA untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Hadir sebagai narasumber Bapak H. Ahmad Balya, M.Ag. yang mengambil tema “Ramadan Madrasah untuk Membangun Keluarga Sakinah”. Pada kesempatan ini beliau menekankan bahwa momentum Ramadan sangat baik untuk menjadi madrasah tempat pembinaan karakter dalam keluarga.
Pada bulan ini, aktivitas keagamaan meningkat, interaksi sosial lebih intensif dan refleksi nilai dalam kehidupan keluarga serta masyarakat berlangsung lebih mendalam.
Hidup aman, tentram penuh kasih sayang tentu menjadi dambaan setiap keluarga, maka dari itu ramadan bisa menjadi kawah candradimuka untuk membenahi fungsi keluarga yang saat ini belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Semoga pembinaan perkawinan dan keluarga ini menjadi bukti bahwa KUA tidak hanya mengandalkan fungsi administratif di kantor, melainkan bisa menjangkau masyarakat secara langsung.
Dengan melakukan pendekatan layanan bergerak ke akar rumput di masyarakat secara langsung dan berbasis kelompok menjadi penting untuk memastikan pembinaan KUA lebih proaktif, dialogis dan partisipatif.
%20(2).png)











