Example 728x250
SAKINAH

BRUS Angkatan XXII; Hati-Hati Dalam Berpacaran

212
×

BRUS Angkatan XXII; Hati-Hati Dalam Berpacaran

Sebarkan artikel ini

Rejotangan – Selasa, 11 November 2025 bertempat di Hall Singapore Park, diselenggarakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan XXII. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa siswi SMKN 1 Rejotangan dan dihadir oleh Kepala KUA Rejotangan Rochmad Ali, M.Ag, Guru PAI SMK N 1 Rejotangan Bapak Nurhasyim, S.Pd.I,Kepala Puskesma Banjarejo Ibu Tumini, STr Keb. M.Kes sebagai narasumber 1, dan Koordinator PKB Kec. Rejotangan Ibu Wiwin Suyatmini, S.Sos sebagai narasumber 2, serta para penyuluh agama Islam Kecamatan Rejotangan.

Istimewanya lagi, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Tulungagung yang juga berkenan untuk memberikan materi penguat di akhir acara.

Acara dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB dengan upacara pembukaan. Upacara pembukaan dikomandoi oleh Bapak Zaenal Fanani, Lc, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian di tutup dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Mohamad Ansori, M.Pd.I mewakili kepala KUA Rejotangan, dan ditutup dengan do’a oleh KH Abdullah Irfan.

Narasumber 1 menyampaikan materi Kesehatan Mental dan Fisik Remaja. Dalam penyampaiannya, Ibu Tumini, STr Keb. M.Kes menyampaikan pentingnya remaja memperhatikan kesehatan fisik dan mental remaja. “Kita nggak bisa beraktivitas dengan baik jika fisik dan mental kita sakit, oleh karena itu, anak-anak harus bisa menjaga diri agar tidak sakit. Caranya, tentu saja dengan pola hidup sehat dan tidak bergaul dengan teman yang rentan menularkan penyakit.” paparnya.

Sementara itu Narasumber 2, Ibu Wiwin Suyatmini, S.Sos mengawali paparannya di sesi kedua, yakni setelah sesi istirahat, dengan materi Kesehatan Reproduksi Remaja. Dalam paparannya, koordinator Program KB Kecamatan Rejotangan ini menjelaskan masalah-masalah kesehatan reproduksi yang mungkin muncul di masa remaja dan cara mengatasinya.

“Salah satu aktivitas yang rawan dengan masalah kesehatan reproduksi adalah pacaran. Pacara bukan saja dilarang dalam agama Islam, tetapi juga membahayakan bagi remaja, terutama ketika tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga terjadi hubungan seks pra-nikah. Hal ini akan membawa dampak kehamilan yang tidak diinginkan. Apalagi jika berganti-ganti pasangan, bisa mengakibatkan penyakit kelamin. Tentu ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, kalau bisa jangan pacaran, kalau sudah kadung pacaran, jaga diri, jangan sampai terjerumus ke hubungan yang lebih dalam,” paparnya.

Sebagai penguat, ketua IPARI Kabupaten Tulungagung Dr. Suyitno MA, menegaskan pentingnya remaja memahami diri sendiri, mengetahui jati diri, memiliki cita-cita yang jelas, dan konsisten dalam langkah menuju cita-cita itu. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!