Example 728x250
ZAWA

Kick Off BAZNAS Microfinance Desa

31
×

Kick Off BAZNAS Microfinance Desa

Sebarkan artikel ini

Tulungagung – Rabu, 11 Februari 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Program ini diselenggarakan dengan menggandeng Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, Kabag Kesra, Kepala Dinas Koperasi, jajaran BAZNAS, para penyuluh agama, serta para calon mitra usaha binaan. Kikck off ini menjadi langkah awal dari kegiatan nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis zakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tulungagung H. Mohamad Afif Fauzi, S.Ag, MPd.I menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial ekonomi. Menurutnya, zakat memiliki potensi besar dalam mengurangi kemiskinan apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua BAZNAS menyampaikan bahwa program Microfinance Desa merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik.

“BAZNAS Microfinance Desa bukan sekadar bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan, pembinaan, dan penguatan kapasitas usaha. Harapannya, mustahik dapat naik kelas menjadi muzaki,” ujarnya.

Adapun Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung Bpk. H. Makrus Manan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dinas Koperasi juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam aspek pembinaan manajemen usaha, legalitas, serta penguatan jaringan pemasaran bagi para pelaku UMKM binaan.

Program BAZNAS Microfinance Desa memberikan pembiayaan tanpa riba, tanpa agunan, serta disertai pendampingan rutin kepada para pelaku usaha mikro. Selain pembiayaan, para mitra juga mendapatkan edukasi keuangan syariah, pelatihan kewirausahaan, dan penguatan spiritual.

Menurut ketua IPARI Tulungagug, Suyitno MA. program ini tidak saja merupakan dukungan permodalan, tetapi juga pendampingan spiritual dan pembinaan mental.

“Sebagai Penyuluh Agama Islam, kami memandang bahwa pendampingan spiritual dan pembinaan mental sangat penting dalam program ini. Usaha yang maju harus dibarengi dengan akhlak yang kuat. Modal boleh kecil, tetapi jika disertai kejujuran, disiplin, dan tawakal kepada Allah, insya Allah akan membawa keberkahan,” paparnya.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan lahir pelaku-pelaku usaha desa yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di tingkat desa. (Udn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!