Example 728x250
SAKINAH

BRUS Angkatan XXI, digelar di Singapore Park Rejotangan

182
×

BRUS Angkatan XXI, digelar di Singapore Park Rejotangan

Sebarkan artikel ini

Rejotangan – Selasa, 21 Oktober 2024 KUA Rejotangan menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) untuk 50 siswa dari SMAN 1 Rejotangan. Meskipun di gelar pertama kali di Kecamatan Rejotangan dan yang kedua di Kabupaten Tulungagung, BRUS kali ini berada di angkatan XXI. Singapore Park sendiri merupakan salah satu tempat wisata keluarga yang memiliki kolam renang anak dan dewasa, dan seringkali menjadi sasaran sekolah-sekolah di Tulungagung untuk mengadakan kegiatan outing class.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dan dibuka dengan upacara pembukaan. Hadir dalam upacara pembukaan tersebut kepala KUA Kecamatan Rejotangan Rohmad Ali, Guru Agama Islam SMAN 1 Rejotangan yang mewakili kepala sekolah, serta para Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Rejotangan yaitu KH. Abdullah Irfan, Mohamad Ansori, Rofik Bukhori, dan Zaenal Fanani.

Dalam sambutannya di upacara pembukaan, Kepala KUA Kecamatan Rejotangan Rohmad Ali menekankan pentingnya menghormati dan mentaati orang tua. “Jika anak-anak semua ini, mentaati orang tua dengan tulus, maka rahmatnya Allah Swt akan meliputi kalian semua. Dan jika itu terjadi, semua urusan kalian akan dimudahkan oleh Allah Swt,” paparnya.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan penyampaian materi dari narasumber yang pertama yakni Kepala Puskesmas Banjarejo Tumini, M.Kes. Dalam kesempatan ini, “bu bidan” menyampaikan materi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, serta bahaya-bahaya pergaulan bebas dan seks pra nikah dalam sudut pandang kesehatan.

“Ketika terjadi seks pra nikah, atau pergaulan bebas, maka baik anak laki-laki maupun perempuan, semuanya menjadi korban. Pendidikan agar terganggu, karir akan terhambat, bahkan bisa jadi terkena penyakit-penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksi, bahkan bisa tertular HIV, baik yang mengenai anak laki-laki atau perempuan. Oleh karena itu, anak-anak harus berkomitmen untuk menjaga diri, dengan cara menghindari seks pra nikah serta pergaulan bebas,” tegasnya.

Sementara itu, nara sumber kedua adalah Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Rejotangan, AKBP Kasianto. Pria yang juga kelahiran Rejotangan ini menyampaikan materi tentang bahaya narkoba dan minuman keras bagi remaja.

“Jangan pernah mencoba narkoba, karena kalian akan sulit keluar dari jaringan narkoba. Apalagi, saat ini, para bandar justeru menyasar para remaja, para pemula, yang mudah dikendalikan. Pada saatnya, kalian bisa berposisi sebagai kurir. Jika sudah demikian, maka akan lebih sulit keluar dari jaringan itu. Bagi yang suka ngopi, suka keluar malam, hati-hati, ancaman narkoba dengan berbagai kamuflasenya akan bisa saja mengancam kalian,” tegasnya.

BRUS kali ini berjalan dengan interaktif, tercatat ada 4 anak yang terlibat dari sesi tanya jawab baik pada saat penyampaian materi sesi 1 maupun sesi 2. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!