Example 728x250
WARTA

Penyuluh Agama Islam Karangrejo Gelar “Sahabat Tanpa Bullying” di MA Hasyim Asy’ari

288
×

Penyuluh Agama Islam Karangrejo Gelar “Sahabat Tanpa Bullying” di MA Hasyim Asy’ari

Sebarkan artikel ini

Karangrejo 21 Agustus 2025 – Upaya nyata pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan terus digencarkan. Kali ini, para Penyuluh Agama Islam se-Kecamatan Karangrejo menyelenggarakan kegiatan “Sahabat Tanpa Bullying” (STB) yang diikuti oleh 80 siswa-siswi MA Hasyim Asy’ari, Rabu (21 Agustus 2025).

Kegiatan yang bertempat di aula MA Hasyim Asy’ari Karangrejo ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, sejumlah guru, dan seluruh Penyuluh Agama Islam yang bertugas di wilayah Kecamatan Karangrejo. Program STB ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis.

Dalam sambutannya, Kepala MA Hasyim Asy’ari menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang diusung oleh para Penyuluh Agama Islam ini. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama, terutama di kalangan peserta didik, tentang bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang saling menghargai,” ujarnya.

Koordinator Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangrejo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. “Melalui ‘Sahabat Tanpa Bullying’, kami ingin menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, empati, dan sikap saling melindungi di kalangan pelajar. Kami berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang aktif mencegah praktik bullying di madrasah dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode ceramah, diskusi, simulasi, dan permainan edukatif yang menarik. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan bentuk-bentuk bullying, dampak negatifnya bagi korban dan pelaku, serta strategi untuk mencegah dan melaporkan tindakan bullying.

Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga perasaan sesama dan menciptakan iklim belajar yang kondusif. Ke depan, program serupa akan terus dilaksanakan dan diperluas jangkauannya ke madrasah dan pondok pesantren lain di wilayah Tulungagung.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!