Example 728x250
WARTA

Kemenag Tulungagung Luncurkan Program “Sahabat Tanpa Bullying (STB)” di PP Darunnajah, Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

246
×

Kemenag Tulungagung Luncurkan Program “Sahabat Tanpa Bullying (STB)” di PP Darunnajah, Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG – Sebagai langkah nyata penguatan sektor pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung meluncurkan program “Sahabat Tanpa Bullying (STB)”. Program prioritas pemerintah yang diusung oleh organisasi sayap Kemenag, PD IPARI Tulungagung, ini secara resmi dideklarasikan di Pondok Pesantren (PP) Darunnajah Bandung, Rabu (20 Agustus 2025).

Program STB secara khusus difokuskan pada lingkungan pendidikan berbasis asrama dan pesantren, yang dinilai rentan terhadap praktik perundungan (bullying). Program ini bertujuan menciptakan ekosistem sekolah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh santri dan pelajar.

Launching program ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya perwakilan Kankemenag Tulungagung Dr. H. Masngut, M.Pd.I, perwakilan Bupati dari Dinas Pendidikan Rahardi Pipit Bintara, S.E., M.Si, Kepala Diknas Tulungagung, Penyuluh Agama Islam, perwakilan TNI (Babinsa), Polri (Babinkamtibmas), serta para ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pengasuh PP Darunnajah, K.H. Syafii Mukarom, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas dipilihnya ponpesnya sebagai lokasi pertama peluncuran program STB. “Kami menyambut baik inisiatif mulia ini dan berkomitmen mendukung penuh terciptanya lingkungan pesantren yang bebas dari segala bentuk perundungan,” ujarnya.

Dr. H. Masngut, M.Pd.I, yang mewakili Kankemenag Tulungagung, dalam sambutannya menekankan agar deklarasi ini tidak berhenti di sini. “Jangan sampai deklarasi STB ini hanya sampai di Darunnajah saja. Madrasah dan Pondok Pesantren lain di seluruh Tulungagung harus segera melakukan hal serupa. Ini adalah gerakan kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Rahardi Pipit Bintara, S.E., M.Si., yang mewakili Bupati, memaparkan secara gamblang bahaya laten dari bullying. “Bullying di lingkungan sekolah memiliki dampak negatif yang sangat luas, tidak hanya bagi korban, tetapi juga pelaku. Dampaknya mencakup masalah kesehatan mental yang serius seperti stres, kecemasan, depresi, dan trauma berkepanjangan yang dapat menghambat proses belajar,” ungkapnya.

Launching program STB ini diharapkan menjadi momentum pivotal dan trigger effect bagi seluruh lembaga pendidikan di Tulungagung untuk segera mengikuti jejak serupa. Dengan demikian, sekolah dan pesantren dapat benar-benar menjadi tempat yang kondusif dan ramah untuk menimba ilmu serta membentuk karakter generasi bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.

MPR Sakinah: Berfikir keras dalam imajinasi, Bergerak nyata dalam realisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Website Kami, Butuh Bantuan Konsultasi Keagamaan Silahkan Hubungi Kami !
//
Admin 1
//
Admin 2
Hubungi Kami!